Rabu, 05 Januari 2011

FASE PERKEMBANGAN DEWASA AWAL ATAU DEWASA MUDA (20-40 TAHUN)

Oleh : Muhammad Abdul Nafi' *

A. PENDAHULUAN

Setiap manusia secara Sunnatullah saling terkait. Sehingga, akan membentuk kelompok-kelompok kecil yang notabennya adalah sebuah komunitas dan akan berbaur membentuk komunitas besar. Satu dengan yang lainnya akan saling berinteraksi, entah berinteraksi positif (saling tolong-menolong, gotong royong, bekerja sama) maupun interaksi negative (saling menjatuhkan, menindas, mengadu domba, dll). Hubungan atau interaksi antar manusia perlu adanya aturan yang mampu mengubah atau menjadikan tatanan yang buruk menjadi lebih baik. Dalam masyarakat banyak sekali norma-norma yang mengatur, tetapi masih saja kurang efektif dalam pelaksanaannya. Ada satu argument kuat, bahwa aturan yang paling baik dan efektif adalah aturan yang termaktub dalam agama Islam. Disamping aturan yang baik, unsur pendidikan dan usia menjadi faktor yang cukup menentukan dalam terwujudnya tatanan sosial yang baik. Pengelompokan manusia berdasarkan usia akan membantu dalam berinteraksi dengan mereka. Interaksi dengan anak-anak sudah barang tentu berbeda dengan orang dewasa.
Para psikolog melakukan eksperimen, bahwa usia-usia paling produktif adalah usia antara 20-40 tahun. Dewasa awal atau yang sering disebut juga dengan dewasa muda, yaitu antara umur 20-40 tahun merupakan tahap perkembangan yang paling dinamis sepanjang rentang kehidupan manusia, sebab seseorang mengalami banyak perubahan-perubahan progresif secara fisik, kognitif maupun psikososio-emosional, untuk menuju integrasi kepribadian yang semakin matang dan bijaksana. Seorang dewasa muda telah menunaikan tugas perkembangan masa remaja seperti telah menyelesaikan pendidikan menengah maupun atas, mengikuti dan menamatkan pendidikan tinggi(universitas), meniti dan meraih puncak karir, menikah, membentuk dan membina keluarga baru, berpartisipasi sebagai warga negara yang aktif dan produktif untuk memantapkan status social ekonomi keluarga dan sebagainya. Pemerintah Negara Indonesiapun menaruh perhatian terhadap dewasa muda, karena mereka akan menduduki posisi kepemimpinan bangsa dimasa depan, sehingga perlu dibentuk kementrian pemuda. Mengingat betapa peran strategis yang penting pada kaum muda, maka sudah selayaknya memikirkan, memahami dan membuat kebijakan yang tepat bagi mereka.
Dengan latar belakang demikian, maka penulis memberanikan diri untuk menyusun artikel ini dengan tujuan untuk mempelajari dan memahami aspek-aspek perkembangannya secara komprehensif dan terintegratif. Semoga artikel ini bermanfaat.

B. RUMUSAN MASALAH

1. Dewasa muda sebagai masa transisi
2. Aspek-aspek perkembangan fisik
3. Perkembangan psikologi dewasa muda
4. Perkembangan keagamaan

C. PEMBAHASAN MASALAH

1. Dewasa muda sebagai masa transisi
Ada beberapa transisi pada masa ini :
a. Transisi fisik
Pada usia ini seorang dewasa muda mengalami masa peralihan dari masa remaja menuju masa tua. Penampilan fisiknya benar-benar matang sehingga siap melakukan tugas seperti orang dewasa lainnya, misalnya bekerja,menikah, dan mempunyai anak. Perubahan fisiknya misalnya tumbuh bulu-bulu halus, perubahan suara, menstruasi, dan kemampuan reproduksi.
b. Transisi Intelektual
Pada usia ini seorang dewasa muda mampu memecahkan masalah yang kompleks dengan kapasitas berfikir abstrak,logis, dan rasional. Dari sisi intelektual mereka sebagian besar sudah lulus sma dan memasuki perguruan tinggi. Kemudian, setelah lulus perguruan tinggi mereka mengembangkan karir untuk meraih puncak prestasi dalam pekerjaannya.
c. Transisi peran social
Pada usia ini seseorang akan mencari pasangan dan menikah serta memisahkan diri dari kedua orang tuanya. Seorang laki-laki sebagai kepala rumah tangga sedangkan seorang perempuan sebagai ibu rumah tangga, dengan tanpa meninggalkan karir bekerja. Peran mereka semakin luas, tidak hanya pribadi tetapi mengurus anak-anak, keluarga dan masyarakat sekitar, seperti aktif dalam PKK dan RT.
2. Aspek-aspek perkembangan fisik
Golongan dewasa muda telah mencapai puncak kekuatan, energy, dan ketekunan yang prima. Secara fisik mereka mempunyai kekuatan tubuh yang prima, sehingga mereka giat melakukan aktifitas seolah-olah tidak mengenal rasa lelah. Barangkali berbagi kegiatannya sangat padat dan masinh-masing harus memperoleh perhatian serius. Namun mereka tetap tekun dalam melakukan aktifitas-aktifitas itu sampai menghabiskan banyak waktu, energy ataupun biaya terus menerus. Akibatnya mereka bekerja sampai jauh malam bahkan kadang-kadang lupa mengurus diri sendiri, misalkan lupa makan, mandi, istirahat. Hal inji terjadi karena dito Pang dengan kondisi yang sehat juga ddengan kemauan dan ketekunan yang luar biasa.
3. Perkembangan psikologi dewasa muda
Sebagian besar golongan dewasa muda telah menyelesaikan pendidikan sampai taraf universitas, dan kemudian mereka memasuki jenjang karir dalam pekerjaannya. Kehidupan psikologi dewasa muda makin kompleks dibandingkan dengan masa remaja. Karena selain bekerja, mereka akan memsuki kehidupan pernikahan, membentuk keluarga baru, memelihara anak-anak, dan tetap harus memperhatikan orang tua yang makin tua. Pada usia ini merupakan masa penyesuaian diri, masa komitmen, yakni harus bertanggung jawab secara mandiri. Yang dulunya tergantung pada orang tua sekarang hidup mandiri. Masa ini termasuk juga masa yang kreatifkarena sudah tidak terikat lagi dengan orang tua sehingga bebas dengan kreatifitas yang disukai.
4. Perkembangan keagamaan
Dalam tahap awal perkembangan psikososial (dari Erikson) setelah memperoleh pemenuhan kebutuhan dasar pada diri anak, tumbuhlah perasaan mempercayai pihak otoritas. Disini anak belajar mempercayai orang lain, terutama pada orang tua yang telah memelihara dan memberikan kasih saying. Mereka juga mengembangkan konsep tentang hal yang baik dan yang buruk. Dari sisi perkembangan kognitif(dari kohlberg) yakni masa pre-operasional, pemikiran anak terbuka terhadap berbagai kemungkinan yang baru. Mereka beranggapan antara fantasi dan kenyataan(realitas) terjadi secara bersamaan. Salah dan benar merupakan konsekuensi dari perbuatan yang dilakukannya. Sebagai anak-anak, mereka berusaha memahami kekuatan yang mengatur(mengontrol) kehidupan dunia. Mereka sering membuat khayalan-khayalan (imajinasi), bentuk kekuasaan atau macam kekuatan yang menyebabkan kelangsungan hidup makhluk maupun isi dunia. Bentuk-bentuk imajinasi yang muncul, bagaimana gambaran tentang neraka, surga, Tuhan, yang pernah diceritakan orang tua atau yang dibaca di dalam buku-buku. Cirri khusus imajinasi anak-anak masa ini, ditandai dengan imajinasi yang irasional(irrasional image), sebab kapasitas kognitifnya yang masih bersifat pre-operasional. Selain itu, karena sikapnya yang ego sentris, anak-anak sulit membedakan pandangan sendiri dengan pandangan dari orang tua, dalam pikiran mereka tergambar adanya keharusan seseorang (manusia) untuk patuh (obedience) agar memperoleh ganjaran(berkat), dan hukuman bagi orang yang tidak patuh.
Pada usia ini seseorang sudah mulai meningkat percaya terhadap hal-hal yang abstrak. Kepercayaan akan tuhan mutetapi aplikasi ibadahnya menurun karena sibuk dengan ekonomi dan karir. dari bertambahnya usia, hingga mencapai pada usia akhir pada usia muda yaitu mendekati usia 40, seseorang bisa mencapai tahapan keyakinan keagamaan yang tertinggi. Keyakinan ini berkaitan dengan system keyakinan transcendental yang melampauhi seluruh ajaran agama atau kepercayaan di dunia. Orang yang telah mencapai tahap ini tidak memiliki pandangan yang sempit, yaitu hanya terbatas pada ajaran agamanya saja. Pandangannya telah menyeluruh (komprehensif, holistic, integratif) Dan menembus sekat-sekat kesukuan, kebangsaan, agama, jenis kelamin, dan strata social. Segala hal yang bersifat paradox dan menimbulkan pertentangan telah dihapuskan. Yang ada hanyalah kesederajatan, kesetaraan, dan kesamaan antara manusia dihadapan tuhan Yang Maha Esa. Manusia baik kaya-miskin,pandai- bodoh, berkulit hitam-putih, dan laki-laki - perempuan di hadapan tuhan sama. Yang membedakan adalah ketaqwaannya.

D. KESIMPULAN

Usia dewasa muda (umur 20-40 tahun merupakan usia paling produktif), bahkan puncak karir bisa dicapai diusia dewasa muda akhir yaitu sekitar usia 40. Usia ini perlu adanya pembinaan dan pendampingan secara intensif sehjingga power dan potensinya dapat digunakan secara optimal. Adapun cirri-ciri dominannya adalah sebagai berikut :
1. Usia reproduksi, yaitu kemauan kuat untuk menikah dan memiliki keturunan
2. Masa bermasalah, khususnya berhubungan dengan penyesuaian diri, rumah tangga, peran sebagai orang tua, dan pekerjaan.
3. Masa koomitmen, yaitu setelah terlepas dari orang tua, dibutuhkan komitmen pribadi yang kuat untuk kehidupan yang baru.
4. Masa kreatif, yaitu setelah terlepas dari orang tua maka bebas berkreasi.
5. Perkembangan keagamaannya paling minim karena lebih fokus dalam bidang ekonomi.

Artikel ini disadur dari buku “Psikologi Perkembangan Dewasa Muda (20-40 Tahun)” karangan Agoes Dariyo yang diterbitkan oleh PT. GRAMEDIA WIDIA SARANA INDONESIA di Jakarta pada tahun 2003.

* Ketua Umum HMI Komisariat Widya Buana Semarang Periode 2009-2010 M.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar